Stres di tempat kerja menjadi suatu persoalan yang serius bagi
perusahaan karena dapat menurunkan kinerja karyawan dan perusahaan.
Sebuah lembaga penelitian terhadap stres di Amerika memperkirakan bahwa
stres di tempat kerja menyebabkan para pengusaha
di Amerika terpaksa merugi sekitar 300 juta dollar Amerika setiap
tahunnya akibat menurunnya produktivitas, serta meningkatnya
ketidakhadiran, turnover, konsumsi minuman keras dan biaya pengobatan
karyawan.
GoBlog tentang serba-serbi bermanfaat ilmu dan ilmiah, hiburan, sosial sejarah, software, dll
Showing posts with label stres. Show all posts
Showing posts with label stres. Show all posts
Tuesday, 17 April 2012
Manajemen Stres di Tempat Kerja
Thursday, 16 February 2012
Atasi Stres Panas pada Sapi
Seperti kita ketahui bahwa salah satu faktor yang berpengaruh pada produksi susu sapi adalah lingkungan (suhu dan kelembaban udara). Ternak sapi memerlukan kondisi lingkungan yang nyaman dengan suhu dan kelembaban yang optimum agar dapat memaksimalkan produksi susunya.
Apabila ternak berada diluar kondisi nyaman maka ternak tersebut dapat mengalami stres. Di daerah tropis seperti Indonesia, stres banyak terjadi diakibatkan oleh panas (heat stress). Mengingat suhu udara dan kelembaban harian di negara kita cukup tinggi yaitu berkisar 24-34⁰C dan 60–90%. Sementara jenis sapi yang banyak dipelihara oleh peternak kita adalah sapi jenis FH (Fries Holland) yang dalam pemeliharaannya memerlukan suhu ideal 18.3 ⁰C dan kelembaban 55% untuk performa maksimalnya.
Sapi yang mengalami heat stress akan mengalami penurunan asupan pakan, peningkatan asupan minum, peningkatan respirasi,serta mengeluarkan lebih banyak air liur, keringat dan urin. Jika dibiarkan berlanjut dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis (penurunan pH darah), penurunan asupan bahan kering (Dry Matter Intake/DMI) sehingga dapat mengakibatkan penurunan produksi susu, gangguan reproduksi dan kesehatan.
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi heat stress pada ternak sapi diantaranya:
Apabila ternak berada diluar kondisi nyaman maka ternak tersebut dapat mengalami stres. Di daerah tropis seperti Indonesia, stres banyak terjadi diakibatkan oleh panas (heat stress). Mengingat suhu udara dan kelembaban harian di negara kita cukup tinggi yaitu berkisar 24-34⁰C dan 60–90%. Sementara jenis sapi yang banyak dipelihara oleh peternak kita adalah sapi jenis FH (Fries Holland) yang dalam pemeliharaannya memerlukan suhu ideal 18.3 ⁰C dan kelembaban 55% untuk performa maksimalnya.
Sapi yang mengalami heat stress akan mengalami penurunan asupan pakan, peningkatan asupan minum, peningkatan respirasi,serta mengeluarkan lebih banyak air liur, keringat dan urin. Jika dibiarkan berlanjut dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis (penurunan pH darah), penurunan asupan bahan kering (Dry Matter Intake/DMI) sehingga dapat mengakibatkan penurunan produksi susu, gangguan reproduksi dan kesehatan.
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi heat stress pada ternak sapi diantaranya:
- Penempatan ternak pada kandang yang teduh dan dilengkapi dengan kipas.
- Pemberian air minum yang bersih, segar,dan dingin, hal ini dilakukan karena kebutuhan air minum pada saat heat stress akan berlipat ganda dibandingkan keadaan normalnya.
- Mempertahankan konsumsi pakan dengan cara meningkatkan kualitas nilai nutrisi, memberikan pakan yang segar dan bersih, serta meningkatkan jumlah pemberian pakan pada saat kondisi udara dingin.
- Pemberian suplemen mineral natrium dan kalium untuk mengganti mineral yang hilang akibat respirasi pengeluaran keringat dan atau urin yang berlebih.
- Mengurangi asupan serat sehingga rumen dapat berfungsi dengan baik.
- Pemberian pakan yang mengandung energi tinggi.
- Pemberian feed additive yang tepat agar dapat memodifikasi fungsi rumen dan menstabilkan pH rumen dengan baik,sehingga kesehatan rumen terjaga yang akhirnya dapat mencegah terjadinya asidosis.
Label:
peternakan,
sapi,
stres
Subscribe to:
Posts (Atom)