
GoBlog tentang serba-serbi bermanfaat ilmu dan ilmiah, hiburan, sosial sejarah, software, dll
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Showing posts with label sejarah. Show all posts
Wednesday, 5 April 2017
Legenda Shambhala
Selama ribuan tahun ada sebuah rumor yang beredar bahwa di suatu tempat di Tibet, diantara puncak-puncak bersalju Himalaya dan lembah-lembah yang terpencil ada sebuah surga yang tidak tersentuh, sebuah kerajaan dimana kebijakan universal dan damai yang tidak terlukiskan berada. Orang tibet meyakini ada sebuah kerajaan legendaris yang tersembunyi di suatu tempat di antara Pegunungan Himalaya dan Gurun Gobi. Kerajaan itu bernama Shambhala. Mitos mengenai ini juga disebut dalam berbagai naskah kuno, termasuk di Kalachakra dan Zhang Zhung yang bahkan sudah ada sebelum agama Budha masuk ke Tibet.


Wednesday, 19 August 2015
TIMBULNYA PERPECAHAN DAN MACAM-MACAM ALIRAN DALAM ISLAM (2)
SYI'AH
Sy'iah menurut bahasa berarti
pengikut dan penolong, dan diucapkan untuk sekelompok manusia yang
bersatu/berkumpul dalam satu masalah, dan kepada setiap orang yang menolong
seseorang dan berhimpun membentuk suatu kelompok padanya. Kemudian kata ini
dipergunakan untuk kelompok yang menolong dan membantu khalifah 'Ali dan
keluarganya, lalu menjadi nama khusus bagi kelompok ini. Sedangkan dalam
istilah Syara’, Syi’ah adalah suatu aliran yang timbul sejak pemerintahan
Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu yang dikomandoi oleh
Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi dari Yaman.
Menurut Asy-Syihristaniy Syi'ah
adalah kelompok yang mengikuti Khalifah 'Ali dan menyatakan kepemimpinannya
baik secara nash ataupun wasiat yang adakalanya secara jelas ataupun samar, dan
mereka berkeyakinan bahwa kepemimpinan (Imamah) tidak keluar dari anak-anaknya,
dan jika keluar darinya maka itu terjadi secara zalim atau sebab taqiyah
darinya.
Setelah terbunuhnya Utsman bin
Affan radhiyallahu ‘anhu, lalu Abdullah bin Saba’ mengintrodusir ajarannya
secara terang-terangan dan menggalang massa untuk memproklamirkan bahwa
kepemimpinan (baca: imamah) sesudah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
sebenarnya ke tangan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu karena
suatu nash (teks) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, menurut Abdullah
bin Saba’, Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman telah mengambil alih kedudukan
tersebut.
Keyakinan itu berkembang sampai
kepada menuhankan Ali bin Abi Thalib. Berhubung hal itu suatu kebohongan, maka
diambil tindakan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, yaitu
mereka dibakar, lalu sebagian mereka melarikan diri ke Madain.
Aliran Syi’ah pada abad pertama
hijriyah belum merupakan aliran yang solid sebagai trend yang mempunyai
berbagai macam keyakinan seperti yang berkembang pada abad ke-2 Hijriyah dan
abad-abad berikutnya.
Para sejarawan berbeda pendapat akan
awal munculnya Syi'ah, diantaranya :
- muncul sejak jaman Nabi Muhammad SAW (pendapat ulama Syi'ah)
- muncul bersamaan setelah wafatnya Rasulullah (Ahmad Amin)
- muncul pada akhir pemerintahan Utsman bin Affan (Muhammad
Abu Zahrah)
- muncul setelah terbunuhnya Utsman pada tahun 36 H (pendapat
Orientalis Yulius W)
- muncul setelah terbunuhnya Al-Husein (Dr. Samiy An-Nasysyar)
- muncul di akhir abad pertama hijriyyah ( Dr. 'Irfan Abdul
Humaid
Menurut sebagian ahli sejarah
madzhab ini disebarkan pertama kali oleh Abdullah bin Saba yaitu seorang Yahudi
yang pura-pura masuk Islam, dan hampir dibunuh oleh Ali.
Dr. Fuad Mohammad Fachruddin membagi
Syi'ah menjadi 4 macam aliran :
-
Ekstrimis (al-Ghulatiyyah), sekarang
sudah tidak ada lagi.
-
Isma’iliyah dan cabang-cabangnya,
Tersebar di India, Pakistan, Afrika Utara , Eropa dan Amerika.
-
Zaidiyyah, Tersebar di Yaman dan
sekitarnya.
-
12 Imam (Itsna 'Asyariyyah/Imamiyyah),
Syi'ah yang paling banyak mempunyai pengikut di dunia
tersebar di Iran, Irak, Lebanon, India, Pakistan dan bahkan di Arab Saudi serta
negara-negara Teluk. Diperkirakan pengikutnya sekitar 120 juta orang.
Pendapat-pendapat mereka :
-
Mengkafirkan sahabat Nabi yang tidak
mendukung Ali (kecuali Syiah Zaidiyah sekarang-pen)
-
Kepemimpinan (Imamah) merupakan satu
dari beberapa pokok keimanan.
-
Memandang Imam Itu ma'shum (orang
suci)
-
Wajib adanya Imam yang tersembunyi
(Al-Imam Al- Mastur)
-
Al-Quran yang sekarang mengalami
perubahan dan pengurangan, sedangkan yang asli berada di tangan Al-Imam
Al-Mastur (Syi'ah Imamiyah)
-
Tidak mengamalkan hadits kecuali
dari jalur keluarga Nabi Muhammad (Ahli Bait), (kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
-
Memperbolehkan taqiyah
-
Tidak menerima ijma dan qiyas
(kecuali madzhab Zaidiyyah-pen)
-
Wajib sujud di atas tanah atau batu
(Syi'ah Imamiyah)
-
Memperbolehkan nikah mut'ah (Syi'ah
Imamiyah)
-
Tidak melakukan shalat Jumat karena
Imam yang asli tidak ada (Syi'ah Imamiyah)
TIMBULNYA PERPECAHAN DAN MACAM-MACAM ALIRAN DALAM ISLAM (1)
Persoalan
teologi yang berawal dari persoalan politik pemerintahan, tidak sedikit
berimbas terhadapan tatanan kehidupan masyarakat sosial yang secara tidak
langsung ikut terlibat serta menjadi bagian di dalamnya. Berbagai kalangan
bersaing untuk mempertahankan paham mereka, bahkan hingga menimbulkan
perselisihan di dalam golongan itu sendiri. Hal ini menggambarkan bahwa
bukanlah suatu hal yang aneh jika terjadi perpecahan di kalangan umat Islam,
terlebih dalam satu golongan tidak kokoh dengan satu pemahaman.
Adapun
pengaruh atau imbas dari teologi itu sendiri adalah :
Terpecahnya Umat
Islam dalam Keberagaman Sudut Pandang
Terpecahnya
umat Islam pada saat itu, tidak terlepas dari sejarah lahirnya teologi, yang
berawal dari terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan serta naiknya Ali sebagai
Khalifah yang memimpin dunia Islam pada saat itu. Sejarah Islam secara gamblang
menjelaskan bahwa Perang Siffin berimbas kepada lahirnya golongan-golongan yang
berdiri di atas paham mereka sendiri. Persoalan teologipun menjadi suatu hal
yang menarik pada saat itu, terlebih jika dikaitkan dengan berbagai
perkembangan pemikiran dari suatu golongan dan bahkan peikiran para tokoh
Islam.
Setidaknya banyak aliran yang timbul dari persoalan ini, antara lain Khawarij, Murji’ah dan Mu’tazilah serta Qadariyah dan Jabariyah. Aliran-aliran ini berdiri dengan paham dan pemikiran mereka masing-masing terhadap situasi yang terjadi pada saat itu. Dengan adanya golongan-golongan inilah menggambarkan bahwa Islam terpecah dalam beberapa kelompok yang menjunjung tinggi pemikiran mereka masing-masing. Kecekcokan dalam Suatu Golongan. Bukan hanya melibatkan kelompok-kelompok besar, teologi ternyata juga berdampak terhadap apa yang terjadi di dalam golongan-golongan tersebut. Persoalan yang awalnya menimbulkan perbedaan beberapa golongan, ternyata juga mengalami perbedaan tersendiri di dalam ruang lingkup golongan tersebut. Khawarij misalnya, yang dikenal sebagai barisan yang keluar dari pendukung Ali bin Abi Thalib, dan telah mempunyai pemikiran tersendiri, ternyata dari pengikut golongan khawarijpun tepecah ke dalam beberapa sekte dengan pemikiran yang berbeda. Golongan khawarij juga sering mengadakan perlawanan terhadap penguasa-penguasa Islam dan Umat Islam yang ada di zaman mereka. Lain hal dengan Mu’tazilah, setelah beberapa saat mencapai puncak kejayaannya, Mu’tazilah mengalami kemunduran drastis yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. Mereka yang hendak mempertahankan pemikiran dan kebebasan mereka sendiri, malah memusuhi orang-orang yang tidak mengikuti paham mereka. Peristiwa ini mencapai puncak hingga menimbulkan perpecahan yang justru melahirkan golongan baru.
Tidak sedikit dari golongan-golongan ini yang menggunakan kekerasan dalam pelaksanaannya. Banyak terjadi pemaksaan terhadap umat Islam dan terhadap pengikut golongan itu sendiri untuk meyakini atau ikut dengan pemikiran yang mereka anut. Dan tentunya tidak semua pihak yang mampu menerima tindak paksaan seperti itu, sehingga memicu kekerasan yang akan berdampak lebih buruk lagi. Dari fenomena ini terlihat bahwa keberagaman pemikiran dan sifat ingin berkuasanya manusia dapat menimbulkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi, seperti peperangan antar sesame Muslim.
Setidaknya banyak aliran yang timbul dari persoalan ini, antara lain Khawarij, Murji’ah dan Mu’tazilah serta Qadariyah dan Jabariyah. Aliran-aliran ini berdiri dengan paham dan pemikiran mereka masing-masing terhadap situasi yang terjadi pada saat itu. Dengan adanya golongan-golongan inilah menggambarkan bahwa Islam terpecah dalam beberapa kelompok yang menjunjung tinggi pemikiran mereka masing-masing. Kecekcokan dalam Suatu Golongan. Bukan hanya melibatkan kelompok-kelompok besar, teologi ternyata juga berdampak terhadap apa yang terjadi di dalam golongan-golongan tersebut. Persoalan yang awalnya menimbulkan perbedaan beberapa golongan, ternyata juga mengalami perbedaan tersendiri di dalam ruang lingkup golongan tersebut. Khawarij misalnya, yang dikenal sebagai barisan yang keluar dari pendukung Ali bin Abi Thalib, dan telah mempunyai pemikiran tersendiri, ternyata dari pengikut golongan khawarijpun tepecah ke dalam beberapa sekte dengan pemikiran yang berbeda. Golongan khawarij juga sering mengadakan perlawanan terhadap penguasa-penguasa Islam dan Umat Islam yang ada di zaman mereka. Lain hal dengan Mu’tazilah, setelah beberapa saat mencapai puncak kejayaannya, Mu’tazilah mengalami kemunduran drastis yang disebabkan oleh perbuatan mereka sendiri. Mereka yang hendak mempertahankan pemikiran dan kebebasan mereka sendiri, malah memusuhi orang-orang yang tidak mengikuti paham mereka. Peristiwa ini mencapai puncak hingga menimbulkan perpecahan yang justru melahirkan golongan baru.
Tidak sedikit dari golongan-golongan ini yang menggunakan kekerasan dalam pelaksanaannya. Banyak terjadi pemaksaan terhadap umat Islam dan terhadap pengikut golongan itu sendiri untuk meyakini atau ikut dengan pemikiran yang mereka anut. Dan tentunya tidak semua pihak yang mampu menerima tindak paksaan seperti itu, sehingga memicu kekerasan yang akan berdampak lebih buruk lagi. Dari fenomena ini terlihat bahwa keberagaman pemikiran dan sifat ingin berkuasanya manusia dapat menimbulkan hal-hal yang seharusnya tidak perlu terjadi, seperti peperangan antar sesame Muslim.
Friday, 21 February 2014
Tuanku Nan Renceh - Sang Penegak Syariat Islam di Ranah Minang
PANGLIMA kaum paderi yang tegas dan penuh wibawa. Berhasil melaksanakan pemurnian Islam ke setiap nagari di Ranah Minang, sampai-sampai kewajiban menunaikan shalat dikontrol sangat ketat
Kejayaan Islam di Ranah Minang (Sumatera Barat) pernah mencapai puncaknya ketika kaumpaderi (ulama) dipimpin oleh ‘Abdullah Tuanku Nan Renceh. Kekuasaannya menghunjam sampai lembaga pemerintahan nagari yang diberi hak otonom oleh Kerajaan Minangkabau. Kerajaan tersebut kala itu berpusat di Pagaruyung.
Kejayaan Islam di Ranah Minang (Sumatera Barat) pernah mencapai puncaknya ketika kaumpaderi (ulama) dipimpin oleh ‘Abdullah Tuanku Nan Renceh. Kekuasaannya menghunjam sampai lembaga pemerintahan nagari yang diberi hak otonom oleh Kerajaan Minangkabau. Kerajaan tersebut kala itu berpusat di Pagaruyung.

Label:
Dunia Islam,
Padri,
sejarah,
tokoh
Perang Padri Periode III ( Padri+Adat Vs Belanda)
Sementara kaum Padri bergerak menguasai Tapanuli Selatan dan daerah pesisir barat Minangkabau, Belanda muncul kembali di Padang. Tuanku Pamansiangan salah seorang pemimpin di Luhak Agam mengusulkan kepada Imam Bonjol untuk menarik pasukan Padri dari Tapanuli Selatan dan menggempur kedudukan Belanda di Padang yang belum begitu kuat. Karena baru saja serah terima kekuasaan dari Inggeris (1819). Tetapi perwira-perwira Padri seperti Tuanku Raos, Tuanku Tambusi dan Tuanku Lelo dari Tapanuli Selatan ber¬kebaratan untuk melaksakan usul itu, oleh karena itu Imam Bonjol hanya dapat memantau kegiatan dan gerakan pasukan Belanda melalui kurir-kurir yang sengaja dikirim ke sana.

Label:
Dunia Islam,
Padri,
sejarah,
tokoh
Perang Padri Periode II (Pemimpin Baru Tuanku Mudo Imam Bonjol)
Kemenangan pertama yang gemilang bagi kaum Padri, mendorong Tuanku Nan Renceh sebagai pimpinan gerakan ini untuk memperkuat dan melengkapi persenjataan pasukan Padri. Tindakan ofensif bagi daerah-daerah yang menentang kaum Padri segera dilakukan. Daerah Kamang Hilir ditaklukkan, kemudian menyusul daerah Tilatang. Dengan demikian seluruh Kamang telah berada di tangan kaum Padri.
Dari Kamang operasi pasukan Padri ditujukan ke luar yaitu Padang Rarab dan Guguk jatuh ketangan kaum Padri. Lalu daerah Candung, Matur dan bahkan pada tahun 1804 seluruh daerah Luhak Agam telah ber¬ada di dalam kekuasaan kaum Padri.
Dari Kamang operasi pasukan Padri ditujukan ke luar yaitu Padang Rarab dan Guguk jatuh ketangan kaum Padri. Lalu daerah Candung, Matur dan bahkan pada tahun 1804 seluruh daerah Luhak Agam telah ber¬ada di dalam kekuasaan kaum Padri.

Tuanku Imam Bonjol
Label:
Dunia Islam,
Militer,
Padri,
sejarah,
tokoh
Perang Padri Periode I (Harimau Nan Salapan)
Apabila diteliti masa Perang Padri di daerah Sumatera Barat dalam abad ke-19 dapat digolongkan kepada beberapa priode, yaitu:
(a) Periode 1809 – 1821
Periode ini adalah merupakan pembersihan yang ditakukan oleh kaum Padri terhadap golongan penghulu adat yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan syari’at Islam. Dalam masa ini terjadilah pertempuran antara kaum Padri melawan golongan penghulu adat.
(b) Periode 1821 – 1832
Periode ini adalah merupakan pertempuran antara kaum Padri dengan Belanda-Kristen yang dibantu sepenuhnya oleh golongan penghulu adat. Dalam masa ini sifat pertempuran telah berubah antara penguasa kolonial Belanda-Kristen yang mau menjajah Sumatera Barat yang dibantu oleh para penguasa bangsa sendiri yang berkolaborasi untuk mempertahankan eksistensinya sebagai penguasa yang ditentang secara gigih oleh kaum Padri.
(c) Periode 1832 – 1837
Periode ini adalah merupakan perjuangan seluruh rakyat Sumatera Barat, dimana kaum Padri dan golongan penghulu adat telah barsatu melawan penguasa kolonial Belanda-Kristen. Dalam masa ini rakyat Sumatera Barat dengan dipelopori dan dipmimpin oleh para ulama yang tergabunig dalam kaum Padri bahu-membahu di medan pertempuran untuk mengusir penguasa kolonial Belanda-Kristen dari Sumatera Barat.
(a) Periode 1809 – 1821
Periode ini adalah merupakan pembersihan yang ditakukan oleh kaum Padri terhadap golongan penghulu adat yang dianggap menyimpang dan bertentangan dengan syari’at Islam. Dalam masa ini terjadilah pertempuran antara kaum Padri melawan golongan penghulu adat.
(b) Periode 1821 – 1832
Periode ini adalah merupakan pertempuran antara kaum Padri dengan Belanda-Kristen yang dibantu sepenuhnya oleh golongan penghulu adat. Dalam masa ini sifat pertempuran telah berubah antara penguasa kolonial Belanda-Kristen yang mau menjajah Sumatera Barat yang dibantu oleh para penguasa bangsa sendiri yang berkolaborasi untuk mempertahankan eksistensinya sebagai penguasa yang ditentang secara gigih oleh kaum Padri.
(c) Periode 1832 – 1837
Periode ini adalah merupakan perjuangan seluruh rakyat Sumatera Barat, dimana kaum Padri dan golongan penghulu adat telah barsatu melawan penguasa kolonial Belanda-Kristen. Dalam masa ini rakyat Sumatera Barat dengan dipelopori dan dipmimpin oleh para ulama yang tergabunig dalam kaum Padri bahu-membahu di medan pertempuran untuk mengusir penguasa kolonial Belanda-Kristen dari Sumatera Barat.
Latar Belakang
Latar belakang lahirnya kaum Padri mempunyai kaitan dengan gerakan Wahabi yang muncul di Saudi Arabia, yaitu gerakan yang dipimpin oleh seorang ulama besar bernama Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787). Nama gerakan Wahabi sesunggulinya merupakan nama yang mempunyai konotasi yang kurang baik, yang diberikan oleh lawan-lawannya, sedangkan gerakan ini lebih senang dan menamakan dirinya sebagai kaum ‘Muwahhidin’ yaitu kaum yang konsisten dengan ajaran tauhid, yang merupakan landasan asasi ajaran Islam.
Adathoofden van de Minangkabau met gevolg (Kaum Adat)
Label:
Dunia Islam,
Militer,
Padri,
sejarah,
tokoh
Gerakan Padri Bukan Wahabi
Secara umum, para pemerhati sejarah Islam di Indonesia menyebut gerakan Padri itu sebagai gerakan Wahabi atau—kalau tidak—sebagai “kegiatan ikut-ikutan” gerakan Wahabi—seperti yang diistilahkan Mangaradja Onggang Palindungan dan Hamka. Akan tetapi, jarang orang mengetahui bahwa yang pertama kali menduga—tetapi kemudian justru diikuti banyak orang untuk mengecap—gerakan Padri itu sebagai gerakan Wahabi adalah Pieter Johannes Veth (1814 – 1895).
Label:
Dunia Islam,
Militer,
Padri,
sejarah,
tokoh
Saturday, 11 January 2014
Kiblat
Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem. Menurut Ibnu Katsir, Rasulullah SAW dan para sahabat salat dengan menghadap Baitul Maqdis. Namun, Rasulullah lebih suka salat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim, yaitu Ka'bah. Oleh karena itu beliau sering salat di antara dua sudut Ka'bah sehingga Ka'bah berada di antara diri beliau dan Baitul Maqdis. Dengan demikian beliau salat sekaligus menghadap Ka'bah dan Baitul Maqdis.
Setelah hijrah ke Madinah, hal tersebut tidak mungkin lagi. Ia salat dengan menghadap Baitul Maqdis. Ia sering menengadahkan kepalanya ke langit menanti wahyu turun agar Ka'bah dijadikan kiblat salat. Allah pun mengabulkan keinginan beliau dengan menurunkan ayat 144 dari Surat al-Baqarah: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah).
Setelah hijrah ke Madinah, hal tersebut tidak mungkin lagi. Ia salat dengan menghadap Baitul Maqdis. Ia sering menengadahkan kepalanya ke langit menanti wahyu turun agar Ka'bah dijadikan kiblat salat. Allah pun mengabulkan keinginan beliau dengan menurunkan ayat 144 dari Surat al-Baqarah: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (Maksudnya ialah Nabi Muhammad SAW sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan beliau menghadap ke Baitullah).
Label:
Dunia Islam,
sejarah,
Serba-serbi
Bulan Terbelah (Bukti Ilmiah)
Terdapat banyak Mukjizat-mukjizat yang diingkari oleh kaum musyrik disebabkan kedengkian mereka terhadap islam, Di antaranya adalah Mukjizat Peristiwa terbelahnya Bulan yang disebutkan dalam Al-Quran di Zaman Rasulullah Saw atau 14 Abad yang lalu:
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ * وَإِنْ يَرَوْا آَيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ * وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ
“Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah * Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” * Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya” [القمر: 1-3]
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِشِقَّتَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ” اشْهَدُوا ”
“Dari Abdullah Berkata bahwa Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah” (HR. Muslim: 7249)
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ * وَإِنْ يَرَوْا آَيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ * وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ
“Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah * Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” * Dan mereka mendutakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya” [القمر: 1-3]
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم بِشِقَّتَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ” اشْهَدُوا ”
“Dari Abdullah Berkata bahwa Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah” (HR. Muslim: 7249)
Ilustrasi Bulan Terbelah (Penyunting)
Label:
Dunia Islam,
sejarah,
Serba-serbi
Yerusalem
Yerusalem (bahasa Ibrani: ירושלים Yerushalayim, bahasa Arab: أورسالم القدس Ūrsālim-Al-Quds atau singkatnya القدس Al-Quds) adalah kota di Timur Tengah yang merupakan kota suci bagi agama Yahudi, Kristen dan Islam. Kota ini diklaim sebagai ibukota Israel, meskipun tidak diakui secara internasional, maupun bagian dari Palestina. Secara de facto kota ini dikuasai oleh Israel. Para elit Israel menganggap kota suci ini adalah bagian dari negaranya dan itu adalah bentuk ideologi "Zionisme". Dari semua negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, hanya Kosta Rika dan El Salvador saja yang menempatkan kedutaan mereka di Yerusalem. Lainnya di Tel Aviv, karena menurut PBB, Yerusalem akan dijadikan Kota Internasional.Oleh orang-ora ng Palestina, Yerusalem juga dianggap sebagai ibu kota Palestina. Kota historis Yerusalem adalah sebuah warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO mulai tahun 1981. Kota ini memiliki penduduk sebesar 724.000 jiwa dan luas 123 km2. Sepanjang sejarahnya, Yerusalem telah dihancurkan dua kali, dikepung 23 kali, diserang 52 kali, dan dikuasai/dikuasai ulang 44 kali.
Masjid Al-Sakhrah
Monday, 6 January 2014
Khalid Ibn Walid R.A. Sang Ksatria Bergelar Saifullah (Pedang Allah)
“Orang-orang kafir itu, Allah hanya memberikan mereka potongan kecil dari dunia, tapi Allah memberikan kita akhirat. Dan Demi Allah, jika aku pergi kesana hanya dengan 10 orang beriman, maka kami akan kembali dengan kekuatan mereka dan kemenangan.”
Khalid ibn Walid R.A. bertarung melawan Rasulullah S.A.W. dan sahabat-sahabatnya, dia bertanggung jawab atas terlukanya Rasulullah S.A.W. Dialah orang satu-satunya yang mengalahkan umat muslim selagi Rasulullah S.A.W. berada di antara mereka.
Tapi bukan karena inilah dia menjadi terkenal. Kita mengenalnya karena Rasulullah S.A.W. memberinya gelar yang spesial yaitu “Saifullah (Pedang Allah).”
Ketika Umar ibn Khatab R.A. adalah khalifah, dia meminta kepada Khalid “Khalid, aku ingin kau menaklukkan Romawi. Berapa banyak prajurit yang kau butuhkan?” Khalid R.A. berkata “Berikan aku 500 prajurit.” Umar bin Khatab R.A. mengingatkannya, “Ya Khalid, mereka mempunyai kira-kira 100.000 prajurit.” Khalid berkata, “Kalau begitu, berikan aku tambahan 500 prajurit lagi.” Umar memintanya untuk membawa 10.000 prajurit bersamanya, tapi Khalid tidak ingin 10.000 prajurit. Dia berkata “Orang-orang kafir itu, Allah hanya memberikan mereka potongan kecil dari dunia, tapi Allah memberikan kita akhirat. Dan Demi Allah, jika aku pergi kesana hanya dengan 10 orang beriman, maka kami akan kembali dengan kekuatan mereka dan kemenangan.”

Label:
Dunia Islam,
sejarah,
tokoh
Kisah Masuk Islamnya Khalid Bin Walid ( Panglima Perang yang Tangguh)
Dahulu sebelum masuk Islam Nama Khalid bin Walid sangat termashur sebagai panglima Tentara Kaum Kafir Quraisy yang tak terkalahkan. Baju kebesarannya berkancingkan emas dan mahkota dikepalanya bertahtahkan berlian . Begitu gagah dan perkasanya Khalid baik di Medan perang maupun ahli dalam menyusun strategi perang.
Pada waktu Perang UHUD melawan tentara Muslimin pimpinan Rasulullah SAW banyak Suhada yang Syahid terbunuh ditangan Khalid bin Walid dengan dengan Suara lantang diatas perbukitan Khalid bin Walid berkata” Hai Muhammad kami sudah Menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda”. Rasulullah saw menjawab “Tidak aku yang menang dan engkau yang kalah Khalid …Mereka yang gugur adalah Syahid , sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid mereka hidup disisi Allah SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan , mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akherat menuju surga Allah karena membela Agama Allah gugur sebagai syuhada akan tetapi Matinya tentaramu , matinya sebagai Kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam.
Setelah itu Khalid memerintahkan pasukannya untuk kembali, sejak itu Khalid termenung terngiang selalu akan kata kata Nabi Muhammad saw dan penasaran akan sosok Muhammad saw . Maka Khalid mengutus mata-mata ( intel ) untuk memantau dan mengamati aktivitas Muhammad Saw setelah perang Uhud tersebut. Setelah cukup lama memata-matai Rasulullah akhirnya utusan Khalid bin Walid melaporkan hasil pengamatan tersebut , kata utusan tersebut” Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya Muhammad mengatakan ” Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas , tapi kenapa dia tidak paham dengan AGAMA ALLAH yang aku bawa , sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa , dia akan berjuang bersamaku ( Muhammad ) , Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku. Kata kata mutiara tersebut disampaikan mata-mata Khalid bin walid di Mekkah kepada panglimanya.
Pada waktu Perang UHUD melawan tentara Muslimin pimpinan Rasulullah SAW banyak Suhada yang Syahid terbunuh ditangan Khalid bin Walid dengan dengan Suara lantang diatas perbukitan Khalid bin Walid berkata” Hai Muhammad kami sudah Menang, kamu telah kalah dalam peperangan ini….lihatlah pamanmu Hamzah yang tewas tercabik cabik tubuhnya dan lihatlah pasukanmu yang telah porak poranda”. Rasulullah saw menjawab “Tidak aku yang menang dan engkau yang kalah Khalid …Mereka yang gugur adalah Syahid , sebenarnya mereka tidak mati wahai Khalid mereka hidup disisi Allah SWT penuh dengan kemuliaan dan kenikmatan , mereka telah berhasil pindah alam dari dunia menuju akherat menuju surga Allah karena membela Agama Allah gugur sebagai syuhada akan tetapi Matinya tentaramu , matinya sebagai Kafir dan dimasukkan ke Neraka Jahannam.
Setelah itu Khalid memerintahkan pasukannya untuk kembali, sejak itu Khalid termenung terngiang selalu akan kata kata Nabi Muhammad saw dan penasaran akan sosok Muhammad saw . Maka Khalid mengutus mata-mata ( intel ) untuk memantau dan mengamati aktivitas Muhammad Saw setelah perang Uhud tersebut. Setelah cukup lama memata-matai Rasulullah akhirnya utusan Khalid bin Walid melaporkan hasil pengamatan tersebut , kata utusan tersebut” Aku mendengar semangat juang yang dikemukakan muhammad kepada para pasukannya Muhammad mengatakan ” Aku heran kepada seorang panglima khalid bin Walid yang gagah perkasa dan cerdas , tapi kenapa dia tidak paham dengan AGAMA ALLAH yang aku bawa , sekiranya Khalid bin Walid tahu dan paham dengan Agama yang aku bawa , dia akan berjuang bersamaku ( Muhammad ) , Khalid akan aku jadikan juru rundingku yang duduk bersanding di sampingku. Kata kata mutiara tersebut disampaikan mata-mata Khalid bin walid di Mekkah kepada panglimanya.

Label:
Dunia Islam,
sejarah,
tokoh
Khalid bin Walid R.A.(Syaifullah Al-Maslul)
....Pribadi yang mengaku tidak tahu dimana dan dari mana kehidupannya bermula, kecuali di suatu hari dimana ia berjabat tangan dengan Rasulullah SAW, berikrar dan bersumpah setia…. saat itulah dia merasa dilahirkan kembali sebagai manusia “Dialah orang yang tidak pernah tidur, dan tidak membiarkan orang lain tidur.”
Khalid ibn al-Walid (bahasa Arab: خالد بن الوليد; 592–642 (584 - 642), atau sering disingkat Khalid bin Walid, adalah seorang panglima perang pada masa pemerintahan Khulafaur Rasyidin yang termahsyur dan ditakuti di medan perang serta dijuluki sebagai Saifullah Al-Maslul (pedang Allah yang terhunus). Dia adalah salah satu dari panglima-panglima perang penting yang tidak terkalahkan sepanjang kariernya, terkenal sebagai panglima tertinggi untuk Nabi Muhammad dan penerus-penerusnya. Dibawah kepemimpinan militernya lah Arabia untuk pertama kalinya dalam sejarah membentuk entitas politik yang bersatu, Kekhalifahan.
Mengkomandani pasukan muslim yang baru, dia tak terkalahkan lebih dari seratus pertempuran termasuk melawan Kekaisaran Byzantium, Kekaisaran Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka termasuk juga suku-suku Arab diluar kekuasaan Khalifah. Pencapaian strategis dia ialah penaklukan Arab, Persia Mesopotamia dan Suriah Romawi hanya dalam waktu empat tahun pada tahun 632 ke 636. Kemenangan-kemenangan yang terkenal darinya ialah kemenangan telak pada Pertempuran Yamama, Pertempuran Ullais dan Pertempuran Firaz, dan kesuksesan taktis pada Pertempuran Walaja dan Pertempuran Yarmuk.
Mengkomandani pasukan muslim yang baru, dia tak terkalahkan lebih dari seratus pertempuran termasuk melawan Kekaisaran Byzantium, Kekaisaran Sassanid, dan sekutu-sekutu mereka termasuk juga suku-suku Arab diluar kekuasaan Khalifah. Pencapaian strategis dia ialah penaklukan Arab, Persia Mesopotamia dan Suriah Romawi hanya dalam waktu empat tahun pada tahun 632 ke 636. Kemenangan-kemenangan yang terkenal darinya ialah kemenangan telak pada Pertempuran Yamama, Pertempuran Ullais dan Pertempuran Firaz, dan kesuksesan taktis pada Pertempuran Walaja dan Pertempuran Yarmuk.

Label:
Dunia Islam,
sejarah,
tokoh
Thursday, 8 August 2013
Kehancuran Ottoman di Perang Dunia I
Ada sebuah episode memilukan dalam cerita besar kekaisaran Utsmani (Ottoman). Berawal dari kegengsian dan keinginan melawan habis inggris dan rusia. Bersamaan dengan hadirnya Jerman sebagai sekutu besar Ottoman akhirnya melibatkan kekaisaran Islam itu untuk terjun dalam perang dunia I atau the great war. Suatu peperangan dahsyat yang dianggap sebagai perang yang mengakhiri segala perang. The great war berlangsung dari tahun 1914 sampai 1918. Mengira mempunyai sekutu yang tangguh akhirnya Ottoman dengan percaya diri masuk dalam lingkaran setan dengan membombardir sebuah pelabuhan milik rusia. Dengan demikian, Ottoman resmi masuk dalam Perang Dunia I.
Namun di penghujung 1918 keadaan mulai berbalik, Jerman mulai dipukul mundur di perancis. Austro-hungaria atau dinasti harpsburg yang juga sekutu Ottoman mulai kalah melawan Rusia. Sedangkan Ottoman sendiri yang berperang di banyak front seperti kaukasus, galipoli, dan mesir perlahan-lahan terdesak. Puncaknya adalah ketika pasukan Ottoman dihancurkan oleh Inggris pada pertempuran Megiddo (israel) dan akhirnya inggris berhasil merebut Yerusalem, suriah, libanon hingga terus sampai ke Istanbul
Benteng kuno megiddo muncul dalam perjanjian baru sebagai armagedon, lokasi pertempuran millennium antara kekuatan yang baik dan jahat. Pertempuran megiddo adalah nama yang diberikan untuk serbuan akhir pasukan sekutu terhadap ottoman di palestina dan suriah. Pasukan sekutu terdiri dari pasukan inggris, india, australia, selandia baru dan tambahan sedikit pasukan perancis dan armenia. Pasukan ini dipimpin jendral sir edmund allenby. Sedangkan pasukan otoman dipimpin oleh jendral otto liman von sanders.
Menipu komando tertinggi ottoman bahwa serangan sekutu akan diluncurkan keseberang sungai yordan, Allenby diam-diam memfokuskan pasukannya ke dataran pasir. Serangannya dimulai dengan serangan infantri yang fokus merobek lubang di garis pertahanan ottoman. Serangan itu memungkinkan sekutu memutuskan rute penting bagi pasokan dan penguatan pasukan ottoman. Dalam waktu 24 jam pasukan sekutu telah maju lebih dari 50 km ke wilayah belakang ottoman.
Serangan utama dimulai pada 19 september pukul 04.30 dengan pemboman artileri selama 15 menit.
sir Edmund Allenby
Label:
Dunia Islam,
Militer,
Ottoman,
sejarah
Kesultanan Ottoman hingga kehancurannya
Era Perkembangan Kerajaan (1453-1683)
Periode ini bisa dibagi menjadi dua masa:
Masa perluasan wilayah dan perkembangan ekonomi dan kebudayaan (sampai
tahun 1566); dan masa stagnasi militer dan politik Kesultanan Utsmaniyah
1299–1683 :
1. Perluasan wilayah dan puncak kekuasaan
Pertempuran Zonchio pada tahun 1499 adalah
perang laut pertama yang menggunakan meriam sebagai senjata di kapal
perang, menandakan kebangkitan angkatan laut Kesultanan Utsmaniyah.
Penaklukkan Konstantinopel oleh Kesultanan Utsmaniyah pada tahun 1453
mengukuhkan status kesultanan tersebut sebagai kekuatan besar di Eropa
Tenggara dan Mediterania Timur.
Pada masa ini Kesultanan Utsmaniyah memasuki periode penaklukkan dan perluasan wilayah, memperluas wilayahnya sampai ke Eropa dan Afrika Utara; di bidang kelautan, angkatan laut Utsmaniyah mengukuhkan kesultanan sebagai kekuatan dagang yang kuat. Perekonomian kesultanan juga mengalami kemajuan berkat kontrol wilayah jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.
Pada masa ini Kesultanan Utsmaniyah memasuki periode penaklukkan dan perluasan wilayah, memperluas wilayahnya sampai ke Eropa dan Afrika Utara; di bidang kelautan, angkatan laut Utsmaniyah mengukuhkan kesultanan sebagai kekuatan dagang yang kuat. Perekonomian kesultanan juga mengalami kemajuan berkat kontrol wilayah jalur perdagangan antara Eropa dan Asia.
pertempuran laut di Zonchio antara Angkatan Laut kesultanan Ottoman melawan Pasukan Venesia
Label:
Dunia Islam,
Militer,
Ottoman,
sejarah
Kesultanan Ottoman : Era Kebangkitan (1299-1453)
Kesultanan Utsmaniyah (1299–1923), atau dikenal juga dengan sebutan Kekaisaran Turki Ottoman atau Osmanlı İmparatorluğu adalah negara multi-etnis dan multi-religius. Negara ini diteruskan oleh Republik Turki yang diproklamirkan pada 29 Oktober 1923.
Negara ini didirikan oleh Bani Utsman, yang selama lebih dari enam abad kekuasaannya (1299 – 1923) dipimpin oleh 36 orang sultan, sebelum akhirnya runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara kecil. Kesultanan ini menjadi pusat interaksi antar Barat dan Timur selama enam abad. Pada puncak kekuasaannya, Kesultanan Utsmaniyah terbagi menjadi 29 propinsi. Dengan Konstantinopel (sekarang Istambul) sebagai ibukotanya, kesultanan ini dianggap sebagai penerus dari kerajaan-kerajaan sebelumnya, seperti Kekaisaran Romawi dan Bizantium. Pada abad ke-16 dan ke-17, Kesultanan Usmaniyah menjadi salah satu kekuatan utama dunia dengan angkatan lautnya yang kuat. Kekuatan Kesultanan Usmaniyah terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20. Setelah Perang Dunia I berakhir, pemerintahan Utsmaniyah yang menerima kekalahan dalam perang tersebut, mengalami kemunduran di bidang ekonomi.
lambang kekaisaran
Luas wilayah yang pernah dikuasai Kekaisaran Utsmaniyah/Ottoman
Label:
Dunia Islam,
Militer,
Ottoman,
sejarah
Pasukan Elit Ottoman
Janissaries (from Ottoman Turkish يکيچرى Yeniçeri
artinya “prajurit baru”) adalah prajurit yg paling terkenal dan
ditakuti di Eropa selama berabad2, dari awal dibentuknya mereka pada
awal masa2 Ottoman, bahkan hingga keruntuhannya pada tahun 1826. Imej
ttg Janissari pada masa jayanya hampir selalu digambarkan dengan
prajurit yg tangguh, disiplin, dan tak kenal kata mundur.
ASAL MUASAL dan LEGENDA
Semua berawal dari sebuah negara kecil (Beyliks) di Sogut yg dipimpin oleh Osman I. Sebagai sebuah negara kecil yg berbatasan lsg dgn Bizantium, Ottoman banyak melakukan peperangan baik besar maupun kecil dgn Bizantium. Berbagai macam prajurit digunakan oleh Ottoman, baik kavaleri maupun infantri.
Semua berawal dari sebuah negara kecil (Beyliks) di Sogut yg dipimpin oleh Osman I. Sebagai sebuah negara kecil yg berbatasan lsg dgn Bizantium, Ottoman banyak melakukan peperangan baik besar maupun kecil dgn Bizantium. Berbagai macam prajurit digunakan oleh Ottoman, baik kavaleri maupun infantri.
sultan osman I
Pada awalnya, pasukan Ottoman mirip dgn
Beylik lain di Anatolia, pasukan itu antara lain Kavaleri Musellem dan
Yaya Infantry, dan tak lupa pula para Ghazi. Pada masa Orhan Ghazi
(Orhan Bey)-Putra Osman I- mulai dibentuk pasukan Kapikhalki
(Qapikulu/Kapikulu)sebagai pengawal pribadi, yg terdiri dari para full
time infantry menggantikan pasukan berkuda yg cenderung setia pada klan
tertentu (nantinya Qapikulu ini berubah menjadi kesatuan kavaleri yg
mengawal Sultan). Pasukan ini terinspirasi dari pasukan Bizantium yg
bernama Murtatoi, yg pada masa itu adalah infantry archer yg efektif.
Sebenarnya, nama Janissari jg muncul sebelum masa Ottoman. Pasukan itu adalah Ianitsarrai/Ginetari/Jenizzeri, kesatuan pasukan light cavalry Bizantium. Entah bagaimana nama ini mirip dengan nama kesatuan elit Ottoman terbaru.
Sebenarnya, nama Janissari jg muncul sebelum masa Ottoman. Pasukan itu adalah Ianitsarrai/Ginetari/Jenizzeri, kesatuan pasukan light cavalry Bizantium. Entah bagaimana nama ini mirip dengan nama kesatuan elit Ottoman terbaru.
janisary
Label:
Dunia Islam,
Militer,
Ottoman,
sejarah
Kekaisaran Ottoman
Osmanli Imparatoroglu, demikian orang
Turki menyebutnya. Ottoman Empire, demikian dalam bahasa Inggris. Dalam
bahasa Indonesia artinya adalah Kekaisaran Ottoman. Umat muslim
mengenalnya sebagai Kekhalifahan Utsmani.
Empire, Imparatoroglu, atau Kekaisaran
adalah sebuah istilah yang menunjukkan kerajaan dengan kekuasaan yang
sangat luas. Kita mengenal Kekaisaran Romawi (Roman Empire), Kekaisaran
Jerman (Holy Roman Empire), atau Kekaisaran Cina (berbagai dinasti).
Osmanli atau Utsmani merupakan kata yang menunjukkan nasab/silsilah dari
penguasa kerajaan tersebut, yaitu anak cucu Utsman (Osman dalam bahasa
Turki). Penggunaan nasab/silsilah sebagai nama bagi kerajaan memang
lazim digunakan pada saat itu, misal Kekhalifahan Abbasiyah (keturunan
Abbas R.A) atau Fatimiyah (Keturunan Fatimah.
Ertughrul: Keputusan Yang Penting
Utsmani/Ottoman sesungguhnya adalah
sebuah bentuk kerajaan/kesultanan. Sejarahnya hampir sama dengan sejarah
awal berdirinya Kerajaan Metaram Islam. Kisah itu dimulai dari
Ertughrul, leluhur para sultan Ottoman. Ertughrul adalah termasuk bangsa
turki yang bermigrasi dari Asia Tengah ke daerah Anatolia. Di wilayah
ini pada saat itu terdapat dua kekuasaan politik yaitu Bani Seljuq dan
Byzantium. Ertughrul bersama pasukan dan pengikutnya bergabung dan
mengabdi kepada Sultan Bani Seljuq. Ia kemudian diberi daerah Ekisyehir
di daerah antara Seljuq dan Byzantium, antara Anatolia dan Nice.
Kisahnya adalah sebagai berikut, saat
sedang memimpin kelompoknya melintasi Anatolia, Ertughrul melihat
terdapat kepulan asap di kejauhan. Ia mendekati kepulan asap tersebut
dan melihat Pasukan Seljuq sedang menghadapi bangsa Mongol. Ertughrul
saat itu mengambil keptusan bersejarah untuk ikut campur dalam
pertempuran tersebut dan membela Seljuq. Akhirnya Seljuq menang dan ia
mendapatkan hadiah sebagaimana yang telah disebutkan. Kita lihat, sebuah
keputusan mempengaruhi sejarah manusia
Osman: Leleluhur Para Ottomans
Seperti lazimnya sistem pengisian jabatan
di zaman dahulu, yaitu dengan penunjukkan dan setelahnya diwarisi turun
temurun, kepemimpinan Ertughrul diwarisi oleh anaknya Osman. Osman
bergelar Osman Gazi atau panglima Osman karena pada kenyataannya Osman
memang setingkat panglima dalam hirarki di Bani Seljuq. Saat kekuasaan
Bani Seljuq melemah, para panglima yang dulunya diberi daerah kekuasaan
oleh Sultan Seljuq mendirikan kesultanan sendiri, yang disebut
Kesultanan Ghazi. Ini mirip dengan pendirian Kesultanan Pajang dan
Metaram saat Kesultanan Demak Bintoro melemah.
Sebenarnya Osman telah diberikan
kekuasaan otonom oleh Sultan Seljuq di wilayahnya. Ia diberikan kuda,
dan panji, dan drum sebagai lambang kekuasaan. Kutbah Jumat di
wilayahnya juga mendoakannya bahkan ia bisa mencetak uang atas namanya.
Sehingga saat Seljuq meredup wajar jika kekuasaan Ottoman muncul ke
permukaan.
Inilah awal bedirinya kekuasaan Ottoman
di wilayah Anatolia. Oleh karena itu yang tercatat sebagai sultan
pertama Ottoman adalah Sultan Osman Ghazi. Demikian pula kesultanan
tersebut menabalkan namanya berdasar nama Osman, Osmanli/Utsmani.
Sultan Osman Gazi (1299-1324)
Label:
Dunia Islam,
Ottoman,
sejarah,
Turki
Monday, 15 July 2013
Sepenggal Kisah : Legenda El Dorado
Ketika Christopher Colombus menemukan benua Amerika, kisah mengenai dunia baru yang kaya akan emas sampai ke Eropa. Tidak lama kemudian, para penakluk Spanyol mulai masuk ke peradaban Amerika Tengah dan Selatan termasuk Aztec dan Inca.
Francisco Pizzaro (1475–1541), yang berhasil menaklukkan peradaban Inca yang kaya raya pada tahun 1530an percaya kalau di tempat lain di benua itu masih tersimpan kekayaan tersembunyi yang bernilai besar. Tidak butuh waktu lama baginya untuk mendapatkan konfirmasi mengenai hal ini. Tidak lama setelah penaklukkan itu, seorang pembawa pesan dari suku tidak dikenal muncul di Peru, tempat kerajaan Inca, dengan sebuah pesan untuk Raja Inca. pembawa pesan ini tidak tahu kalau kerajaan Inca telah ditaklukkan oleh Pizarro.
Subscribe to:
Posts (Atom)

