Home

Showing posts with label feed additive. Show all posts
Showing posts with label feed additive. Show all posts

Tuesday, 16 October 2012

Budidaya Cacing Sutra




Budidaya cacing sutra

Cacing sutra dikenal memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi, sehingga mampu mempercepat pertumbuhan pada ikan. sayangnya saat ini pasokan cacing sutra sangat minim karena mengandalkan tangkapan dari alam dan sangat tergantung musim. para peternak ikan banyak yang melakukan Budidaya Cacing Sutra, namun hanya untuk konsumsi sendiri, sehingga peluang usaha Budidaya Cacing Sutra lumayan bagus. Ada satu cara unik dan menarik dalam budidaya cacing sutra yaitu dengan memanfaatkan Sampah Organik dari kolam Lele konsumsi.


Budidaya Belatung/Maggot

MENJADIKAN PAKAN ALTERNATIF PENGGANTI PELET.

Harga pelet yang terus melambung bak buah simalakama bagi peternak lele. Di satu sisi pelet menjamin ukuran konsumsi tercapai dalam waktu singkat. Di lain pihak harga yang tinggi Rp190.000-Rp200.000 per 30 kg membuat keuntungan peternak berkurang jauh. ‘Biaya pakan pelet menyerap 80% ongkos produksi,’
Menurut Purnama Sukardi larva lalat-selanjutnya disebut maggot-sangat potensial mengurangi pemakaian pelet. ‘Substitusinya bisa mencapai 50%,’ kata dekan Fakultas Sains dan Teknik Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto, Jawa Tengah, itu. Yang istimewa maggot memiliki kadar protein tinggi sekitar 43%; pelet 30-40%. Nah, lele tumbuh baik jika mendapat asupan protein berkadar 30% atau lebih.
Penelitian Purnama menunjukkan maggot efektif bila diberikan bersama tepung ikan dengan perbandingan 1:1. Di sini laju pertumbuhan lele bakal melambung hingga 2,9% per hari. Bila hanya maggot percepatan tumbuh 2,5% per hari; tepung ikan tunggal 2% per hari. ‘Kombinasi ini sudah dicoba meski belum dibuat untuk skala komersial,
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzDzpOJ001TqGsks89gLwGLzc91swKqmHUOOe8aiiG6sopvvtejKQ0lWj-gOHjfj5BLDGSsUFIokfhi9owKxKbbKUaqY-vne66-pzYOSZHWVGASFvli-YSrB59OV9fYPuC7_mk0vqaA-JT/s1600/maggot_black_soldier.jpg

Thursday, 16 February 2012

Manfaat Probiotik dan Prebiotik

Penggunaan produk feed additive yang mengandung probiotik dan prebiotik bukanlah hal baru di dunia peternakan. Kedua produk tersebut sudah banyak beredar di pasaran, oleh sebab itu sebaiknya kita mengenal lebih jauh sejarahnya. Pada tahun 1992, Fuller memperkenalkan konsep probiotik, yaitu suatu makanan tambahan berupa mikroba hidup baik bakteri maupun yeast yang mempunyai pengaruh menguntungkan bagi hewan dengan cara dengan cara memperbaiki keseimbangan mikroflora usus. Berbeda dengan probiotik, pengertian prebiotik diperkenalkan oleh Gibson dan Robefroid pada1995, yang merupakan bahan makanan yang mengandung nutrisi, digunakan untuk mendukung pertumbuhan dan berkembangnya bakteri baik yang sudah ada di dalam usus. Tujuannya supayasehingga dominasi bakteri pathogen bisa ditekan. Jadi perbedaan antara keduanya yaitu probiotik mengandung bakteri menguntungkan, dimasukkan ke dalam pencernaan agar dominasi bakteri pathogen menurun, sedangkan prebiotik kerjanya menghambat pertumbuhan bakteri pathogen secara langsung sehingga pertumbuhan bakteri menguntungkan lebih optimal. Proses penghambatan ini dapat berupa pengikatan (penggumpalan) bakteri pathogen tersebut. Secara tidak langsung bakteri menguntungkan dapat tumbuh dengan baik. Pemberian produk feed addtitive(imbuhan pakan)probiotik ataupun prebiotik pada broiler(ayam pedaging)dapat memberikan dampak yang menguntungkan seperti perbaikan performa, produksi,dan kesehatan ternak. Terlepas dari khasiat probotik jenis tertentu yang masih diperdebatkan daya kerja maupun aktivitasnya ketika melalui suhu tertentu, Alltech Inc, sebagai perusahaan yang berbasis teknologi dan riset senantiasa mengembangkan produk-produk inovatif dan berteknologi seperti produk yeast yang dikembangkan oleh Alltech adalah hasil seleksi ketat dari strain Saccharomyces cereviceae1026.

Saturday, 11 February 2012

Atasi Stres Panas pada Sapi

Seperti kita ketahui bahwa salah satu faktor yang berpengaruh pada produksi susu sapi adalah lingkungan (suhu dan kelembaban udara). Ternak sapi memerlukan kondisi lingkungan yang nyaman dengan suhu dan kelembaban yang optimum agar dapat memaksimalkan produksi susunya.

Apabila ternak berada diluar kondisi nyaman maka ternak tersebut dapat mengalami stres. Di daerah tropis seperti Indonesia, stres banyak terjadi diakibatkan oleh panas (heat stress). Mengingat suhu udara dan kelembaban harian di negara kita cukup tinggi yaitu berkisar 24-34⁰C dan 60–90%. Sementara jenis sapi yang banyak dipelihara oleh peternak kita adalah sapi jenis FH (Fries Holland) yang dalam pemeliharaannya memerlukan suhu ideal 18.3 ⁰C dan kelembaban 55% untuk performa maksimalnya.

Sapi yang mengalami heat stress akan mengalami penurunan asupan pakan, peningkatan asupan minum, peningkatan respirasi,serta mengeluarkan lebih banyak air liur, keringat dan urin. Jika dibiarkan berlanjut dapat meningkatkan risiko terjadinya asidosis (penurunan pH darah), penurunan asupan bahan kering (Dry Matter Intake/DMI) sehingga dapat mengakibatkan penurunan produksi susu, gangguan reproduksi dan kesehatan.

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menanggulangi heat stress pada ternak sapi diantaranya:

  1. Penempatan ternak pada kandang yang teduh dan dilengkapi dengan kipas.

  2. Pemberian air minum yang bersih, segar,dan dingin, hal ini dilakukan karena kebutuhan air minum pada saat heat stress akan berlipat ganda dibandingkan keadaan normalnya.

  3. Mempertahankan konsumsi pakan dengan cara meningkatkan kualitas nilai nutrisi, memberikan pakan yang segar dan bersih, serta meningkatkan jumlah pemberian pakan pada saat kondisi udara dingin.

  4. Pemberian suplemen mineral natrium dan kalium untuk mengganti mineral yang hilang akibat respirasi pengeluaran keringat dan atau urin yang berlebih.

  5. Mengurangi asupan serat sehingga rumen dapat berfungsi dengan baik.

  6. Pemberian pakan yang mengandung energi tinggi.

  7. Pemberian feed additive yang tepat agar dapat memodifikasi fungsi rumen dan menstabilkan pH rumen dengan baik,sehingga kesehatan rumen terjaga yang akhirnya dapat mencegah terjadinya asidosis.


Terkait feed additive, Alltech memiliki feed additive yang tepat untuk digunakan yaitu Yea-Sacc1026. Produk Yea-Sacc1026 merupakan kultur yeast hidup jenis Saccharomyces cerevisiae strain 1026 yang terbukti dapat meningkatkan DMI, memelihara performa,dan menstabilkan pH rumen selama heat stress.

Termasuk juga dapat membantu menurunkan fluktuasi pH rumen dengan cara menstimulasi bakteri yang mengubah asam laktat menjadi asam propionate. Yea-Sacc1026 ini sangat dikenal sebagai rumen modifier yaitu produk yang dapat dijadikan solusi untuk menanggulangi asidosis pada sapi perah terutama yang disebabkan oleh heat stress.

Berdasarkan data ilmiah diketahui bahwa bahwa pemberian Yea-Sacc1026 pada sapi perah yang mengalami heat stress dapat meningkatkan DMI sebanyak 0.8 kg/ekor/hari, produksi susu sebanyak 2.4 kg/ekor/hari, protein sebanyak 0.06 kg/ekor/hari,dan efisiensi pakan 3.8%. Kami berharap dengan menggunakanYea-Sacc1026 bisa ikut memberikan andil atas keberhasilan peternakan bapak, apalagi menjelang bulan Ramadhan tentu permintaan susu meningkat.

sumber : TROBOS.COM